P H
May 13, 2016 09:25:51

Efisiensi Menopang Emiten Batubara


Harian Kontan mengulas kinerja emiten batubara sepanjang kuartal I yang terlihat masih berat. Tapi, beberapa emiten mulai menunjukkan perbaikan kinerja, setelah banyak tergerus karena merosotnya harga batubara tahun lalu.

Sebagian besar emiten batubara menahan ekspansi. Sebagai gantinya, emiten menggenjot efisiensi. Misalnya saja PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Emiten ini mencetak kenaikan laba bersih meski pendapatannya menurun. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, perseroan membukukan laba bersih senilai US$ 61 juta, atau naik 3%. Di sisi lain, pendapatan usaha ADRO turun 17,51% menjadi US$ 586 juta karena penurunan harga jual rata-rata.

Harga jual rata-rata ADRO 17% lebih rendah daripada periode sama tahun lalu. Namun, volume penjualan masih stabil, yaitu 13,5 juta ton. Tahun ini, ADRO menargetkan produksi batubara sebesar 52-54 juta ton.

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) mencetak pertumbuhan penjualan 8,16% menjadi Rp 3,54 triliun. Tapi, laba bersih PTBA turun tipis 2,2%. Pada kuartal I 2016, PTBA menjual 5,23 juta ton batubara atau naik 14% jika dibandingkan penjualan di periode yang sama tahun lalu. Jumlah itu terdiri dari penjualan domestik 2,91 juta ton atau 56% dari total penjualan. Sisanya 2,32 juta ton merupakan ekspor.

PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) juga mencetak kenaikan pendapatan dari US$ 122,17 juta menjadi US$ 126,8 juta. DOID yang merugi US$ 10,43 juta kuartal pertama tahun lalu, mencetak laba bersih US$ 3,06 juta.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) masih mencetak penurunan pendapatan 18% menjadi US$ 331,1 juta. Laba bersih ITMG pun turun.

Yudha Gautama, Analis Mandiri Sekuritas, mengatakan, beberapa emiten batubara mencatatkan kinerja di atas ekspektasi. Misalnya saja, margin laba ITMG masih lebih baik dari perkiraan.

$ADRO $PTBA $DOID $ITMG


 

hide
Handle
N/A
Handle