P H
May 13, 2016 09:28:45
PT Adhi Karya Tbk: Disagreement in LRT Project (ADHI, Rp2.530, Neutral, TP Rp2.800).
 
 
Konflik antara Kemenhub dan Pemda DKI Jakarta telah menyebabkan penundaan pada proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek. Perbedaan mengemuka karena Kemenhub lebih memilih jalur sempit (1.067mm) untuk menyesuaikan anggaran. Kami memprediksi ADHI akan membukukan penjualan 2016 sebesar Rp3 triliun dari proyek LRT itu (vs. target manajemen Rp4 triliun-Rp5 triliun).
 
 
Different perception on track gauge width. Berdasarkan pemberitaan di beberapa media, perdebatan antara Kemenhub dan pemerintah Jakarta telah mengakibatkan pekerjaan proyek LRT. Kemenhub lebih suka gauge sempit (1.067mm) karena keamanan yang lebih baik dan biaya yang lebih ringan dan sesuai dengan anggaran awal mereka.
 
 
Sementara itu, Pemda Jakarta berencana membangun LRT Jabodetabek dengan ukuran standar (1.435mm). Karena sebagian besar jaringan LRT akan terletak di dalam wilayah mereka, pemerintah Jakarta meyakini bahwa Kemenhub harus mengikuti langkah mereka dan menggunakan alat ukur standar untuk LRT Jabodetabek, yang saat ini sedang dibangun oleh ADHI.
 
 
Cabinet meeting to provide clearer answer. Untuk menengahi konflik Dephub dan pemerintah Jakarta, Presiden Jokowi berencana melakukan Rapat Kabinet Terbatas. Kami meyakini bahwa pentingnya proyek itu dalam mengurangi kemacetan lalu lintas dan komitmen Presiden Jokowi dalam proyek ini akan menjamin perkembangannya.
 
 
Dengan demikian, kami berharap pemerintah akan mengakomodasi keinginan Kementerian Perhubungan dengan mengalokasikan anggaran yang lebih tinggi untuk proyek tersebut. Kami memprediksi pembayaran tahunan Rp5 triliun-Rp7 triliun untuk proyek ini pada 2017-2019 (2016 anggaran Kemenhub: Rp46 triliun).
 
 
Slow progress in LRT construction. Pada 1Q16, ADHI melaporkan pendapatan Rp200 miliar dari proyek LRT (2015: Rp290 miliar). Dengan penundaan lanjutan dalam kontrak LRT, kami meyakini akan sulit untuk mencapai Rp4 triliun-Rp5 triliun sesuai proyeksi awal manajemen. Kami memprediksi kontribusi Rp3 triliun dari proyek LRT pada 2016.
 
 
Saat ini, kami masih menetapkan kembali rekomendasi Neutral dengan TP Rp2.800 dan masih menunggu keputusan Presiden Jokowi dalam pertemuan kabinet. Rekomendasi dan TP itu didasari valuasi rasio harga saham per laba (PE ratio) 2016 sebesar 19x. (Bob Setiadi/Riset Mandiri Sekuritas)

Bear
Handle
N/A
Handle