P H
Nov 04, 2016 09:21:10

Menakar kelezatan pertumbuhan bisnis ICBP

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk membukukan kinerja yang memuaskan pada sembilan bulan pertama tahun ini. Emiten berkode ICBP ini berhasil mencetak pertumbuhan laba 15% menjadi Rp 2,83 triliun.

Analis Panin Sekuritas I Dewa Agung Trisna mengatakan, kinerja ICBP akan tetap tumbuh didorong hadirnya produk-produk baru yang disukai konsumen.

"Kami melihat emiten konsumer itu dari sudut pandang apakah dia bisa menggaet konsumen? Konsumen cenderung suka produk-baru baru. Kami lihat ICBP ini terus berinovasi," kata Agung kepada KONTAN, Kamis (3/11).

Agung menjelaskan, di semester pertama lalu, ICBP meluncurkan produk baru seperti, Chitato rasa Indomie dan Indomie Bite Mie. Produk ini berhasil meningkatkan volume penjualan 16,5%.

ICBP juga merilis produk terbaru yaitu Indomilk rasa pisang dan Chitato Foodie. Adapun di kuartal tiga 2016, ICBP meluncurkan varian baru pada segmen mi instan, yaitu Super Mie Ayam Opor.

Untuk makanan ringan, ICBP menelurkan Chiki rasa rumput laut dan juga varian baru dari merek snack Jetz. ICBP pun merambah segmen kelas menengah atas dengan produk seperti Indomie Real Meat. "Kami yakin marginnya lebih bagus daripada Indomie biasa," ujar Agung.

Analis Daewoo Securities Dang Maulida lewat risetnya, Senin (31/10), mengungkapkan, di sembilan bulan pertama tahun ini, semua segmen usaha ICBP tumbuh. Pendapatan segmen dairy tumbuh 20,63% menjadi Rp 5,23 triliun, karena pertumbuhan dari segi volume dan profitabilitas.

Hal ini didukung oleh harga susu bubuk skim yang lebih rendah tahun ini. Kontribusi segmen ini naik dari 18% tahun lalu menjadi 19,77% dari total pendapatan ICBP.

Menurut Dang, peningkatan kontribusi segmen dairy diikuti dengan penurunan kontribusi segmen mi instan jadi 64,2%. Selama ini mi instan jadi kontributor utama ICBP. Di sembilan bulan pertama 2015, kontribusi segmen mi instan mencapai 65,4%.

"Pergeseran ini bermanfaat bagi ICBP karena mencerminkan kontribusi pendapatan yang lebih seimbang dari tiap segmen dalam jangka menengah atau panjang," kata Dang.

Selain itu, segmen minuman ICBP juga mengalami pertumbuhan volume 3%, meningkat dari pertumbuhan 1% sepanjang paruh pertama tahun ini. Peluncuran produk baru di kuartal tiga, yaitu Cafèla Expresso, mengerek porsi segmen ini.

Untuk tahun ini, Dang memprediksi ICBP bisa membukukan pendapatan Rp 36,2 triliun, naik 13,9% ketimbang tahun lalu. Laba bersih ICBP diperkirakan bisa tumbuh 25,4% ke Rp 3,76 triliun.

Untuk tahun depan, Dang menganalisa ICBP bisa meraup pendapatan Rp 39,9 triliun dan laba bersih Rp 4,3 triliun. Dia merekomendasikan buy ICBP dengan target harga Rp 11.800 per saham.

Analis UOB Kay Hian Stevanus Juanda dalam risetnya, Senin (31/10), menaikkan proyeksi pendapatan ICBP pada 2016 dan 2017 masing-masing 2,8% dan 4,7%. "Kami perkiraan EBIT margin sedikit lebih agresif dibandingkan dengan guidance ICBP," ujarnya.

Stevanus merekomendasikan hold ICBP dengan target harga Rp 9.250 per saham. Harga saham ICBP telah merefleksikan beberapa berita baik.

Sementara itu, dengan adanya inovasi produk, Agung merekomendasikan buy ICBP dengan target harga Rp 11.500 per saham, meski PE-nya mahal.

"Konsumer memang mahal karena defensif, tapi kami juga lihat dari strategi perusahaan, bukan sekadar PE. Tahun depan, PE-nya bisa naik sekitar 30-an karena rata-rata PE saham konsumer memang 30-an," ujar Agung.

$ICBP $INDF

hide
Handle
N/A
Handle