P H
Jan 27, 2017 09:42:16

TINS merupakan salah satu produsen timah terbesar di dunia. Porsi ekspornya hingga akhir tahun  mencapai 55%–60%. Mereka mengantongi izin usaha pertambangan sebanyak 117 unit, dengan total luas wilayah penambangan 511.361 hektare. Emiten pelat merah ini memiliki cadangan biji timah mencapai 328.392 ton dari total sumber daya 801.882 ton di darat dan laut.

Tak hanya jualan timah, TINS melakukan diversifikasi bisnis agar bertahan dari fluktuasi harga timah. TINS menggarap produk hilir, seperti tin chemical, tin solder, serta thorium. "Tahun depan pengembangan thorium untuk bahan bakar pembangkit listrik,

TINS juga mengembangkan bisnis jasa perkapalan, rumah sakit, properti, dan agribisnis. Bisnis jasa perkapalan  akan melakukan pembenahan graving dock di Selindung, Pangkal Pinang, serta membentuk bisnis pengerukan melalui PT Dok & Perkapalan Air Kantung.

TINS lewat PT Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) memiliki empat rumahsakit yang akan diubah jadi rumahsakit modern. Empat klinik utama akan disulap menjadi rumahsakit tipe D yang menelan biaya investasi Rp 397 miliar. RSBT direncanakan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2018 atau 2019.

Lalu, PT Timah Karya Persada Property mulai menjual properti di Bekasi, Kelapa Dua, dan Iskandarsyah. Melalui PT Timah Agro Manunggal, TINS menyiapkan penggemukan sapi potong berkapasitas 1.000 sapi. "Tahun depan target jualan sapi 1.000 sapi per bulan,"

$TINS

hide
Handle
N/A
Handle