P H
Oct 13, 2017 11:59:42

  • Pendapatan bersih LPKR 1H17 mengalami penurunan 3% YoY
  • Peningkatan divisi healthcare menopang tumbuhnya recurring income
  • Masih lemahnya performa 1H17 menyebabkan kami mempertahankan rekomendasi HOLD


LPKR bukukan laba bersih Rp487 miliar pada 1H17

Pendapatan bersih LPKR meningkat 3% YoY menjadi Rp4,9 triliun pada 1H17. Sementara GPM perseroan turun dari 43,2% pada 1H16 menjadi 41,1% pada 1H17 yang disebabkan oleh meningkatnya penjualan dari divisi large scale integrated development yang memiliki margin lebih rendah dibandingkan urban developement serta adanya kenaikan beban pokok jasa tenaga ahli, gaji, dan kesejahteraan karyawan dari divisi healthcare sebesar 6,4% YoY. Sementara itu, OPM LPKR mengalami penurunan dari 17,2% pada 1H16 menjadi 12,4% pada 1H17 yang disebabkan oleh kenaikan biaya iklan dan pemasaran sebesar 59,4% YoY. Adapun pada 1H17, perseroan membukukan laba penjualan aset yang tersedia untuk dijual sebesar Rp119 miliar dan mengalami penurunan beban bunga sebesar 57,2% YoY menjadi Rp68 miliar. Untuk itu, laba bersih LPKR hanya mengalami penurunan sebesar 2,1% YoY menjadi Rp487 miliar pada 1H17

Recurring income 1H17 meningkat 8% YoY

Recurring income tumbuh 8,0% YoY menjadi Rp3,6 triliun sehingga kontribusi terhadap total pendapatan meningkat dari 65,3% pada 1H16 menjadi 73% pada 1H17. Pertumbuhan itu didukung oleh meningkatnya pendapatan divisi healthcare sebesar 7,9% YoY menjadi Rp2,8 triliun pada 1H17, yang berasal dari 31 rumah sakit yang dikelola LPKR. Pertumbuhan recurring income tersebut juga didukung oleh meningkatnya pendapatan ritel mal sebesar 16,8% YoY menjadi Rp191 miliar pada 1H17, yang ditopang oleh meningkatnya kontribusi dari Lippo Mall Puri, Baubau, dan Jambi. Hingga 1H17, LPKR mengelola 47 mal yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara itu, pendapatan aset managemen meningkat 9,4% YoY menjadi Rp205 miliar pada 1H17 yang didukung oleh bertambahnya aset yang dikelola serta meningkatnya fee dan pendapatan dividen. Di sisi lain, development revenue mengalami penurunan sebesar 24,7% YoY menjadi Rp1,3 triliun pada 1H17 yang disebabkan oleh turunnya pendapatan segmen urban development sebesar 41,0% YoY menjadi Rp687 miliar. Sedangkan pendapatan segmen large scale integrated development meningkat 6,2% YoY menjadi Rp648 miliar pada 1H17 yang didukung oleh peningkatan pengakuan pendapatan dari Orange County, Millenium Village, dan perkantoran Lippo Thamrin.

LPKR raih marketing sales Rp2,6 triliun

LPKR membukukan marketing sales sebesar Rp2,6 triliun pada 1H17, meningkat signifikan hingga di atas 4x lipat dari 1H16. Kenaikan ini ditopang oleh pertumbuhan yang signifikan dari segmen residensial hingga 36x menjadi Rp2,4 triliun pada 1H17. Kendati demikian, jika dibandingkan dengan target hingga akhir tahun sebesar Rp10 triliun, pencapaian marketing sales ini masih rendah, yakni sebesar 27%. Di sisi lain, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham terkait akuisisi properti integrasi di Buton. Perseroan akan mengakuisisi Siloam Hospitals Buton yang menyatu dengan retail mall plaza Buton.

Kami memberikan rekomendasi HOLD dengan target harga 800/saham

Kendati mengalami peningkatan yang signifikan, pencapaian marketing sales LPKR hingga 1H17 masih jauh dari target 2017. Di samping itu, performa segmen urban development juga masih membukukan pelemahan sehingga menghambat pemulihan kinerja LPKR. Untuk itu, kami menurunkan target harga dari Rp865/saham menjadi Rp800/saham. Positifnya, perseroan masih diuntungkan oleh model bisnisnya yang mayoritas dikontribusikan oleh recurring income, yang terutama berasal dari segmen healthcare. Kami juga berharap adanya aksi penjualan aset ke REIT yang dapat memberikan dana segar bagi perseroan. Untuk itu, kami tetap mempertahankan rekomendasi HOLD atas saham LPKR.

$LPKR $LPCK $SILO

hide
Handle
N/A
Handle