P H
Mar 21, 2016 13:35:39
Telco: Boost from Lower Frequency Charge

Pemerintah menurunkan BHP (Biaya Hak Penggunaan) Frekuensi pada 2.100 dan 2.300 Mhz untuk mendorong industri telekomunikasi. Kami meyakini hal ini positif untuk seluruh emiten telekomunikasi, dimana biaya BHP frekuensi merupakan salah satu komponen biaya terbesar dalam satu tahun. Pada 2015, $TLKM membayar BHP frekuensi hingga Rp3,6 triliun, $EXCL Rp2,8 triliun, dan $ISAT sekitar Rp2,6 triliun.

Kami memperkirakan hal ini akan mendorong laba bersih perusahaan telekomunikasi tahun ini. Kami memprediksi laba bersih TLKM berpotensi tumbuh 14,6% tahun ini, sementara EXCL berpotensi mencatat laba positif dari tahun lalu yang mencatat kerugian. Selain itu, rupiah yang stabil juga akan membantu laba bersih EXCL seiring tidak adanya rugi selisih kurs yang signifikan. EXCL juga berencana melakukan rights issue dengan target dana minimal USD 500 juta tahun ini untuk melunasi utang USD.

Kami optimis terhadap industri telekomunikasi. Kami melihat tahun 2016 merupakan tahun positif bagi telekomunikasi, kami merekokmendasikan BELI untuk TLKM dengan target harga Rp3.900, mengimplikasikan EV/EBITDA 6,5x, dan juga BELI untuk EXCL dengan target harga Rp4.700, mengimplikasikan EV/EBITDA 5,0x.
Bull
Handle
N/A
Handle